pada suatu bertiga

entah kenapa disuatu malam, kami bertiga memutuskan untuk saling duduk satu tikar di sebuah lesehan nasi kucing dekat kosan..

sibuk dengan hape masing masing selama beberapa jutaan waktu…,sampai seseorang dari mereka memecah kecanggungan yang cerdas itu lewat update status di jaringan pertemanan sosial-nya dengan:

saya sedang duduk canggung di seberang depan mantan saya, yang sedang duduk disamping mantan teman saya, yang (untungnya) sudah jadi mantan sang mantan saya

—ya.. kecanggungan itu naik kasta menjadi: semakin canggung saja…

-–-tapi entah kenapa kami tetap bertahan diam dengan sesekali memecah kebingungan lewat pembicaaan  penting semisal bahan dasar pembuatan asbak dan indahnya peradaban menhir dan punden berundak undak…

—awkward moment… 😦

we used to be friends (again)

we used to be friends (again)

 

lucu sekali bukan perasaan mencoba mencintai kembali orang yang pernah kita cintai dengan rasa yang harus berbeda… —seperti saya tak pernah bisa menjelaskan definisi bentuk ini pada obrolan saya dengan @sayphya.. atau kisah betapa beruntungnya @arizayu diberkahi perilaku tentang orang orang yang pernah dekat dengan hatinya lewat mental yang lebih maju…

keinginan kembali bercanda layaknya sahabat lama yang baru bersua.. sambil duduk wajar membicarakan kebusukan masing masing dalam candu tawa itu… berakhir dengan tragis…. sampai pada suatu titik kemudian saya menangis ketika sadar masih juga mencintai salah satu dari mereka dengan…… sangat…

❓ ❓ ❓

Okit Jr.

Iklan