setahun kemarin

cantik ya... (masjidnya)

ganteng ya... (masjidnya)

Karena beberapa puluh jam lalu saya sedang nostalgia dan ketemu beberapa photo yang editable di Masjid Raya Medan. Saya kirimlah photo ke beberapa makhluk via imel daripada menuh menuhin harddisk saya yang dengan bijaksana bisa saya sisihkan space-nya itu koleksi Man At Play, Lucas, dan Randy Blue tercinta saya.

Lalu, beberapa abad kemudian imel balasan muncul dari @sefthina dan uda @imung.

Saya sendiri lho baru nyadar kalo tepat setahun kemarin, gerimis sedang turun dari sore nemenin perjalanan Brastagi ke kota Medan yang berkabut. (monyet monyet sepanjang jalan di gunung nyanyi  “nyeeet… hujaaan turuun lagi… dibawah payung hutang kita berlindung”). Dua tahun lalu saya juga sedang nangkring di negara Polonia ini untuk icip icip duren sampe bibir njepir. (what is itu “njepir”).

Medan adalah kota singgah yang menyenangkan buat jalan jalan. Kulinernya oke. Traffic-nya kacrut (sih!). Suasananya persis kota Malang minus udara gerah dan aksen aksen beringas sepanjang jalan yang susah ngebedain mereka sedang tereak atau nari ronggeng.

Ada yang selalu bikin kangen kota ini selain Duren, Duren, Duren, ama Duren…. yaitu… #dagdigdagdigdug… JUS KEDONDONG. Jreng jreng. Gak ada Jus Kedondong senikmat Jus Kedondong di dunia ini selain di Medan #yakalee. Bahkan di pinggir jalan dengan harga 6000 dan nungging 10 menit itupun, jus ini masih tersaji nikmat ditiap bulir bulir air yang ngerembes dibibir dan masuk dalam rongga rongga dahaga kerongkongan. STOP.

Jus Kedondong yang terbuat dari Kedondong... (informatif sekali)

Di kota ini juga dilahirkan sahabat saya yang tertukar dengan liontin bernama Zulfikri, saya beri gelar kehormatan Superfriend: Iyay. Lahir dari lingkungan Batak Karo, Iyay dalam bahasa kami artinya kakak laki laki pertama. Asal kata dari Kyai, tapi karna kurang unyu nyebutnya, maka saya sama @sefthina lebih suka manggil doski Iyay. Yay yay, yay yay, yay yay, yay yay… panggil doski si Iyay…!!

Lima Desember 2010 lalu, Iyay berhasil membodohi seekor wanita bernama Sesil untuk dinikahi. Well done, mameeen…!! congrats…!! Akhirnya Iyay bisa move-on setelah berkali kali saya tolak..!!

jangan tertipu dengan senyum cengangas cengenges malu malu itu... itu adalah senyuman mesum...!!

Rasanya baru kemaren kita bertiga masih bujangan ya, Yay… (okey, sekarang saya ama @sefthina pun masih). Happy 1st anniversary, bruuri. Semoga bayi enam bulannya lahir dengan selamat sesuai jadwal dan rejeki buat nalangin segala biayanya… 😀

ekso-ekso

ah... memori...

Kota Medan dari atas langit Polonia ----cukup semrawut bukan...

#dicatat

Bandara Polonia, Medan adalah satu satunya bandara di Indonesia yang menurut saya eksistensinya dekat sekali dengan wilayah kotanya. Itulah kenapa Medan tidak memiliki bangunan tinggi, karena bisa mengganggu aktivitas penerbangan.

Satu hal lagi yang paling gangggu dari bandara ini adalah letak pintu masuk terminal domestik. Jauuuuh, dari peradaban. Ketika anda sampai di gerbang Polonia, percayalah… bahwa kendaraan ojek yang menawarkan jasa tubuhnya untuk mengantar ke dalam, akan sangat berguna bagi anda. Apalagi ketika pesawat anda berangkat 15 menit kemudian. Percayalah, mas….. Tolong percaya, saya..!!!

 
 
Okit Jr.
Iklan

12 thoughts on “setahun kemarin

    • ah…
      lebih enak juga di jakarta..
      banyak mool..
      tempat artis artis konser…
      pusat peradaban elektronik yang bejibun…
      lampu lampu neon warna warni…

      cih…
      apa itu bukit tinggi…??
      ————–nyokap malin kundang batuk batuk dari belakang… #uhuk

      *jeleger*
      dikutuk jadi batu permata..

    • katanya sih, ndis… jus kedondong itu dari buah kedondong…
      tapi entahlahya…
      akhir akhir ini gw juga suka kurang percaya apa bahan asli dari sebuah makanan itu gara gara tiap hari melototin acara investigasi…

      —jangan jangaaan….. oh my….

  1. buat elo, jus kedondong itu lebih cocok klo kamu minum sambil gosok2 biji kedondongnya ke bibir jeng. supaya durinya itu mengkikis habis bibir tembemmu biar jadi selegit bibir syahrini… #criiiiiiiinnnnnggggg 😀

    • biasanya sih emang cuma restoran melayu yang nyediain jus kedondong, beb…

      kalo di jakarta sih lebih enak yang punya restoran Garuda daripada di tempat yang lain…
      entah kenapa…
      bijinya lebih enak aja…
      berserabut berserabut gimana gitu aja rasanya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s