si Gedumbul: tumbang

si Gendul dan si Gembul, edisi: “tumbang”

Malam setelah saya dan si Gajah lagi bereksperimen nyobain nasi goreng telur asin yang dijual di sebuah rumah makan di Central Park, dini harinya saya langsung muntah muntah. Bukan. Perut saya memang 3D. *sedih*. Tapi saya tidak sedang hamil.

Saya terkapar, pemirsa. (saat itu si Gajah pun juga). Asam lambung saya lagi tinggi. (bukan horny). Dan…, saat lambung sedang asam begini, bawaannya si bibirpun ingin makan yang asam asam juga, seakan asam garam kehidupan belomlah cukup buat ditelan.

“Sesungguhnya ada tiga pahala yang menjadi kepunyaanmu dikala sakit. Engkau sedang mendapat peringatan dari Allah SWT, doamu dikabulkan-Nya, dan penyakit yang menimpamu akan menghapuskan dosa-dosamu.”

(sabda Rasulullah ketika menjenguk Salman al-Fahrisi ketika sakit)

Jaga kesehatan ya, pemirsa…, dan buat Gajah-nya, cepet sembuh juga yang memeleran di hidungnya. Segera pulih dan balik ke kondisi prima.

p.s.

rasanya sekarang saya trauma dengan benda bulat bertato dengan nama telur asin. syuh syuuh…!! jauh jauh…!!

Okit Jr.
Iklan

4 thoughts on “si Gedumbul: tumbang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s