doktrin: lima lagu yang harus anda dengar ketika hati anda patah dan berdarah darah

Minggu lalu salah seekor Superfriend yang saya sayangi sepenuh hati baru saja putus dengan pacarnya setelah setahun lebih berhubungan (badan). Sebut saja namanya Yuniarsih. Saya sih ikut keselnya karena mereka putus dengan cara asusila. Lewat BBM. Gimana? Baik. Saya ulangi. PUTUS LEWAT BBM. Udah. Titit.

Kita tidak akan membahas bagaimana mereka putus atau bagaimana mereka berhubungan (badan). Yaudahlahya. Manusia kayak gitu gak perlu dipertahankan, Yun…!! *puk puk Yunince* Sementara waktu, sedih mah halal halal aja. Merana mah boleh boleh aja. Meratap sih wajar wajar aja.

Menurut Elisabeth Kübler-Ross ada lima fase yang harus dilalui manusia (kebanyakan) untuk lepas dari jerat jerat dukacita menuju nirwana ketenangan batin. The Five Stages of Grief: (1) Denial – (2) Anger – (3) Bargaining – (4) Depression – (5) Acceptance

Saya akan temani Superfriend saya Yuniarti, untuk melewati lima fase meranggas tersebut dengan lagu lagu yang lebih mellow dan bernuansa kesedihan untuk membuat penderitaanmu lebih perih dan mendalam. Karena ketika kita sedang patah hati, semua lagu berasa soundtrack hidup buat kita. Duduk di bis sambil ngeliat ke luar jendela…, nangis. Nungguin 200 detik lampu merah pun…, marah. Esmosi tak tenang. Mukamu terbayang bayang. Hati rasa bimbang. Bodi ingin bergoyang. Titit rindu dipegang. *Yun, sabar yuk, Yun*

.

[Fase Denial]  The One I Gave My Heart To dari Aaliyah

How Could You Be So Cold To Me? When I Gave You Everything. All My Love, All I Had Inside.  |  How Could you Just Walk Out The Door?  |  How Could You Not Love Me Anymore?  |  I Thought We Had Forever.  |  I Cant Understand.

How Could The One I Shared My Dreams With, Take My Dreams From me?  |  How Could The Love That Brought Such Pleasure, Bring Such Misery?  …  How Could The One I Gave My Heart To, Break This Heart Of Mine?  …  If You Love Me, How Could You Do That To Me?  …  Tell Me……..

Pada fase penyangkalan, Yundari mungkin mempertanyakan kenapaaaah…?? kok issooooh….? yakmana…? berbagai macam whaaaaiyy…? dan belom sanggup menerima kenyataan bahwa hubungan (badan) mereka sudah berakhir. It.s Okey, Yun. Kalo pemirsa punya sahabat yang lagi dalam fase ini, datanglah pada pelukannya. Benarkanlah dulu apa pendapatnya. Setujuilah kalo dia bukan di pihak yang salah.

.

[Fase Anger]  Somebody That I Used To Know dari Gotye (feat. Kimbra)

Now and then I think of all the times you screwed me over  |  Part of me believing it was always something that I’d done

But you didn’t have to cut me off  |  Make out like it never happened and that we were nothing  |  And I don’t even need your love  |  But you treat me like a stranger and I feel so rough  …  Now you’re just somebody that I used to know

Pada fase amarah dan murka, Yunemi sudah melihat kalo hubungan (badan) mereka sudah berakhir, dan membutuhkan jawaban dari penyebab mereka putus. Saat saat seperti ini mereka akan merasa bahwa sudah diperlakukan secara tidak adil, dan munculah esmosi yang mungkin akan menyerang mereka yang sedang ada didekatnya. Beri mereka waktu untuk tenang, dan jauhkan mereka dari benda benda tumpul (dildo) dan tajam. Kuncinya sabar dan hindari pikiran untuk melabrak keluarganya atau bikin baliho dengan photo yang menunjukkan mahwa pasangan anda maho. —inhale.. exhale…

.

[Fase Bargaining]  One More Dance dari Boyz II Men

If there’s a space in your heart, please find the room to forgive  |  Let’s try and make a new start, and begin  |  If you take the lead, I’ll follow you  |  From this moment, I’ll dance for you  |  Tell me I’m not dancing all alone, no

Save one more dance with me  |  One last second chance for me  |  Cause I don’t want nobody cutting in  …  Could you just save me one more dance

Pada fase menawar dan memohon, adalah fase berbahaya untuk korban semacam Yunaini.  Korban mungki akan meratap pada mantan pasangan berhubungan (badan)nya untuk balikan karena tak ingin sendirian. Tugas anda pemirsa sebagai teman adalah, tak membiarkan korban semacam Yuninten, ini jatuh kedua kali di beha yang sama.

.

[Fase Depression]  Illegal dari Shakira (feat. Santana)

I tried so hard to be attentive  |  To all you wanted, always supportive, always patient  |  What did I do wrong? I’m wondering for days and hours

You don’t even know the meaning of the words “I’m sorry”  |  You said you would love me until you die  |  And as far as I know you’re still alive, baby  …  I’m starting to believe it should be illegal to deceive a woman’s heart

Pada fase depresi, Yuniram butuh bahu, telinga, dan pelukan dari manusia manusia yang dia sebut sebagai kawan. Inilah saat pemirsa menghiburnya dan bilang segalanya akan baik baik saja. *puk puk Yuningsih*

.

[Fase Acceptance]  We Might As Well Be Strangers dari Keane

It’s easier to be apart  …  We might as well be strangers in another town  |  We might as well be living in a another time  …  We might as well

All iz well. Pada fase penerimaan, Yuntilan sudah cukup sangat mengerti dan sudah saatnya untuk move on. Pada fase ini Yunirah sudah bisa kembali membuka manjam dan online looking for meet now dengan lebih ceriya.

..

Mungkin pemirsa punya rekomendasi sendiri nada nada yang diperlukan untuk membuat anda melewati lima fase menyedihkan seperti diatas. Silakan di share. Dan bagi yang berminat minta versi mp3 lagu lagu diatas, silakan imel ke okitya@gmail.com untuk mendapatkan dendangan dendangan diatas secara ilegal. *pasang muka bajakan*

Untuk Yuniatun, yuk… berpelukan. Yang kuat ya, Yun. *sun* (akan menjadi tugasmu kemudian kalo saya yang jadi korban —nanti… 😀 )

Okit Jr.
Iklan

12 thoughts on “doktrin: lima lagu yang harus anda dengar ketika hati anda patah dan berdarah darah

  1. Jadi namanya siapa maaaaak???
    Sipp, markidon lagunyaah!!

    Eniwei udah dipamerin poto2 kiluan belum mak? Superfriend2mu itu rasanya pengin dijeburin ke laut atu2 deh..
    Next trip ikut yah!!

    • nama aslinya Joko Yuniarto, nak..

      belom lihat sih…, kemaren baru denger denger cerita ellen doang…
      ah… aku sebenarnya ingin sekali ikut…
      tapi..
      apalah daya…
      aku tak bisa membelah diriku menjadi duaaaa…..
      *histeris*

    • bisa jadi kenal sih, ndis…
      tapi mungkin dirimu lupa…

      —mp3 nya ada di komputer kantor mak…,
      aku hari ini gak masuk…, terkapar…
      besok ya di imelkan…

  2. Kalo gw sama DIra bikin 5 stages of grief-nya: Denial-Anger-Bargaining-Depression-Denial *ga pernah Acceptance* 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s