halooo halooo bandung, ibukota keroncongan

Mengunyah adalah kegiatan yang paling sering kami lakukan. Efeknya mirip dan sama pentingnya dengan bernapas. Minim energi bisa membuat pita suara keluar dengan nada nada yang tidak pada letaknya. Desibel lebih tinggi, itu sudah pasti. (kemudian ngemil bayi).

Tempat pertama yang kami rekomendasikan adalah, Warung Mang Engking (atau Warung Mang Engkang, atau Warung Mang Engkong, atau Warung Mang Cungkring, saya lupa namanya apa…). Letaknya di……, mmmm…, saya juga lupa dimana gitu. (aaaaaakk….., rekomendasi macam apaaah ini?)

Lha wong kami sebenernya gak sengaja nemu tempat menguntal ini karena saking laparnya. Terus dengan bujukan seonggok baliho tempat makan yang kami temukan di jalan, kami pun langsung mampir dengan mudahnya. #perilakumurahan.

Tempatnya sih agak agak masuk gitu, berupa gubug gubug kecil dengan nuansa pedesaan. Dan ketika pertama masuk kami ditawari benih padi untuk disemai, ditanam, disiangi, lalu kami mati kelaparan selama enam bulan menunggu beras dipanen kemudian.

Harga makanannya murah. Enak. (tumben tumbenan lidah Sumatera saya sangat bertoleransi dengan makanan Sunda ini). Jika mau, kita bisa menangkap dan memilih ikan sendiri di kolam untuk digoreng, tapi berhubung ikan hias gak enak dimakan ya pemirsa.., kami akhirnya memilih memesan gurami secara instan saja. (ya aje gile, kite mau makan Ikan Koi produksi kolam)

Rekomendasi kedua adalah Dakken Coffee & Steak di jalan Martadinata, letaknya nyempil diantara tumpukan FO FO Bandung yang legendaris disekisaran jalan Riau itu, pemirsa.

Tempatnya sangat nyaman, banyak colokan (penting), nuansa rumahan, hangat (nyalain korek), bikin betah buat ngobrol, dan harga makanannya gak begitu bikin miskin.

p.s.

Ada banyak tempat menarik untuk menguntal si sebenernya. Sayang banget kita orangnya durhaka gitu ama kamera. Kalo udah ketemu bayi… *uhuk* makanan, lebih seringan lupa untuk mengabadikan. Maapin kitee yeee….

Okit Jr.
 
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s