riya’, ria ria di kebun raya

Pelajaran penting dari pergi ke Kebun Raya Bogor adalah untuk tidak kesana  terik hari semacam jam 11 siang ketika matahari lagi bulet buletnya goyang diatas kepala. Terlebih dalam kondisi kelaparan. #catat

Seperti yang sudah diceritakan @gerandis di sini, minggu lalu saya berkesempatan bareng @aLsaveda, @Da_Noer, @dansapar, @gerandis, dan @paminto main ke kebun raya setelah sebelumnya berjuang melewati kota Bogor yang asri dan MACET di akhir pekan itu.

Berbekal tiket masuk senilai IDR 9500 (yang belom saya bayar ke yang memberi saya kutang), pemirsa bisa menyaksikan atraksi goyangan goyangan ranum banyak POHON disana. Menarik bukan…??

Selain aksesnya mudah, (dari stasiun bisa naek angkot 03 seharga IDR 2000), disana banyak spot spot asik untuk berbuat mesum. (kabarnya kalo pacaran disana sih bakal dikutuk putus, pemirsa… tapi gapapalah… yang penting udah mesum duluan).

Tempat yang cukup populer sih di dalam adalah kawasan lapangan Restoran Dedaunan dan Jembatan Merah. Sayang di Jembatan Merah kami tak sempat berphoto dengan khusyuk karena jembatan (yang harusnya Cuma berkapasitas 5 manusia) itu penuh dijejali dengan gerombolan bocah bocah study tour.

Dan dari Kebun Raya legendaris itu…., hal yang akan saya ingat selamanya dalam pilu dan perih dari reriaan disana adalah celana saya sobek (GUEDEEE…) dalam proses photo levitasi ekstri, permirsa.  Ah…. tiba tiba dunia berubah kelam. Akhirnya saya dan @dansapar pulang duluan. Dan BogorJakarta pun saya arungi dengan BERSARUNG. BYE!! *sisipkan emotikon pedih*

p.s.

Eniwey… takjub juga dengan ketabahan @gerandis yang luar biasa sabar mengambil pose pose asusila si @paminto. Duh… gatel rasanya pengen up-load. Tapi nunggu aye minta ijin dulu ama yang berjanggutan, pemirsa…. 🙂

Okit Jr.
 
Iklan

15 thoughts on “riya’, ria ria di kebun raya

  1. walaaaaaaaaah, tak usah pake ijin segala, dia telah menanti dengan debar-debar ceria menunggu foto2 fiercenya terunggah di dunia maya, tengok aja itu DP bbm dan avatar twitternya sminggu trakhir ini –“

    • ameel…
      anakku sayang…
      ini photo photo dibogor anakkuh…
      bukan di bandung…

      —-sigh..

      nah.. itu yang sepatu merah si @aLsaveda
      kalo yang baju ungu si @Da_Noer
      tante tante mu itu emang mukanya default chantique gitu…
      tetep fierce dimana mana nak…

    • ekskuiise meee….
      saiyaah bhuleeh dari perancisss…, dari singeepooooh…
      dari amriiikkkh…
      eaaaa…..

      pokoknya dapet salam dari mbak mbak pake bahasa jawa kromo inggil di telpon tapi nadanya bisik bisik desah pelan takut ketahuan, kang…

  2. Ya Ampunnnn… Toccara, Isis, Camile, Eva, Dominique, dan Angelea pada reunian. Aku (Kahlen Rondot, boleh juga Katarzyna Dolinska, atau sebut saja Nicole Linkletter) kok ndak diajak…tapi bagaimana mungkin, teman-teman malu main denganku, walaupun epilepsi bukan penyakit menular dan juga bukan penyakit turunan 😦

  3. Ping-balik: Postcard From Buitenzorg | DanSapar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s