dari resital vokal: Clarentia

Saya akan cerita mengenai sajian manis dari resital vokal: Clarentia yang saya tonton bareng makhluk makhluk @angelfarrel @azhabibie @BKsatrio @inilisaloch @Ms_Sari @oyRio @rachmannoor dan @stelpou tanggal 11 Oktober lalu, —–oh dan tentunya juga @9un9_ dan @sigitadhi yang turut meramaikan kursi penonton pula.

Di bawah manajemen @ramawidi dan didukung sejumlah musisi muda berbakat lainnya,  @pianistaholic @pharelsilaban dan Stephanie, malam itu gadis berambut ikal dengan ribuan perjuangan mencapai mimpi untuk menimba ilmu klasik di benua eropa, @clarentia, menyuguhkan sebuah konser manis dengan membawakan 12 lagu yang menghipnotis para penikmat tubuh sintal suara soprannya di Erasmus Huis.

Percayalah pemirsa, gadis ini adalah gadis berbakat melimpah yang dikirim tuhan untuk memperjuangkan bumi dari godaan bangkitnya suster gepeng. Suaranya merdu, beda banget sama mamak saya kalo lagi nyanyi Pasan Mandeh, —–ya menurut ngana.

dukungan semangat dari bangku penonton

dukungan semangat dari bangku penonton

Yang paling berkesan buat saya sih, pas si @clarentia bawain karya W.A. Mozart judulnya “Batti, Batti O Bel Masetto (dari Don Giovanni)”.

Kalo diterjemahin ala ala lampumerah sih kira kira judulnya, “Duh Mas Setto, Tampar Aku Mas…!! Tampar…!!”, kisah tentang pelacur yang ketahuan selingkuh tapi gak mau ngaku malah ngeles bilangnya…. ”Yauliiii, eyke kan gak selingkuh…., kamu itu salah sangka mas..!! Aku ini hanya gadis lemah yang kau tuduh melakukan perbuatan nista kayak gitu…, kamu lebih baik tampar aku deh mas…, tampar…. tapi kita terus baikan yaaaaa…. #kendorinbeha, dan #lanjutgelendotan”

@clarentia membawakan karya ini dengan aksi teatrikal (minus gerakan salto dan goyangan usus dua belas jari) yang menggemaskan minta ditampar. superb. cihuy sekali.

Karya Johan Strauss yang judulnya “Mein Herr Marquis (dari Die Fledermaus)” itu juga menarik, tentang seorang pembantu yang pengen ikutan sebuah pesta dan nekat datang, dan di pesta ternyata malah ketemu si majikannya…. (apes bener dah..) dan si pembantu mati matian ngeles kalo desye bukan babu si majikan. —-gak ke salon di Thailand dulu sih ya buk.. *pukpuk si pembantu*

Saya sih dalam jeritan hati yang paling dalam sebenernya lebih nyambung dengan irama lagu macam Secangkir Kopi Beracun dari Ine Cyinthia. Tapi musik itu kan universal ya…, beberapa kali saya hampir menitikkan air ma** tiap denger nada nada menyayat dinyanyikan ama simbak yang satu ini. Belom lagi saya duduk disamping @angelfarrel dan @Ms_Sari yang bolak balik sentrap sentrup ngelap air ma** mewek mewek dramatis. Apalagi pas @clarentia ngebawain lagu Someone Like You dari Jekyll & Hyde. Duh, banjir dah banjir.

Dan acarapun berakhir menjelang pukul sembilan (bukan pagi).

Tapi mah ya kemeriahan masih tetep berlanjut di belakang panggung. wuiiih…., betapa banyak orang orang yang bangga dan menyayangimu lho, neng.  Tante kitty juga sungguh sungguh bangga sekali padamu, nona. Selamat berjuang ya nanti menuntut ilmu di negeri orang.

Tak seberapa lama setelah diusir satpam, begajulan tersebut dilanjutkan kemudian di acara makan makan… —-khusyuk ngaduk bubur ala ala @stelphou.

Ah…, pokoknya hati hati dirantau ya, metatoooo… Dan makasih banyak juga buat kepercayaannya yang dikasih untuk bantuin bikin desain buku acara, sayang. Aku sungguh menyayangimu.

*ditutup dengan goyangan goyangan erotis penyemangat*

ps.

Semua photo di ambil oleh @BKsatrio yang ketimpringan sepanjang acara buat cari momen momen berharga buat diabadikan. Dah kurus belom, mbuy?

Okit Jr.
Iklan

2 thoughts on “dari resital vokal: Clarentia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s