20102012

Rambut Abah hampir memutih semua. Tubuh Abund kian menua. Sedangkan saya yang sudah 26 tahun hidup di dunia belum cukup juga merasa telah membahagiakan mereka.

Saat itu Abah bergumam betapa senangnya dia jika menimang cucu, sementara saya cuma ahli oles oles gincu. Saat itu Abund bertanya kapan saya akan memberinya menantu, sementara dalam hati saya cuma bisa balik nanya, “kalau yang ber-titit, mau?”.

Tapi biarpun kami semua sudah tua. Kami masih ceria. Kami masih belum merasa Dufan adalah tempat anti lansia. Kami bersenang senang disana.

Matur sembah nuwun, Abah. Tarimo kasih, Abund. Dan dari manusia manusia yang masih menyempatkan diri untuk doa-nya saya amini di berkurangnya jatah usia saya ini.

Beri sayang dan terima kasih.

 
Okit Jr. 
Iklan

4 thoughts on “20102012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s