KEANEangan menggemaskan

Mari kita bergunjing mengenai konser yang luar biasa spektakuler yang saya tonton tanggal 28 September 2012 kemarin. *drumroll*

Keane [Strangeland World Tour], live at Tennis Indoor Senayan, Jakarta.

——wuiih… ngetiknya aja masih merinding. (ambil wudhu untuk menenangkan diri)

Ulasan profesional mengenai acara ini bisa dibaca di lahan tetangga @creativedisc dan foto foto seru dari irockumentary.com, kalo di sini saya cuma akan menceritakan proses panjang kami menikmati desah demi desah bisikan Tom Chaplin. *lanjut merinding*

Berawal dari bocoran informasi @nevy_ville yang bilang kalo grup kesayangan dan tujuan saya hidup ini akan nampil di Indonesia, saya mulai sedikit demi sedikit tergerak menyisihkan biaya operasi kelamin saya untuk membeli tiket konsernya. Receh demi receh dikumpulkan disetiap perempatan demi merengkuh cita cita menonton pagelaran pujaan hati tersayang.

Beruntung saat perebutan tiket presale @trilogylive yang cuma terjadi dalam kedipan bibir, sembilan tiket dapat dijamah dengan hasil alhamdulillah. Meski cuma bisa lebih irit seratus ribu dari harga tiket normalnya, perjuangan itu diakhiri dengan ucapan hamdalah. ALHAMDULILLAH DAPEEETT.

——jauh di suatu hari di bumi kemudian, tiket tersebut dijual promo dengan harga buy 1 get 1, dan beberapa kuis gratisan. *tidak ada backsound. HENING*

Saya ucapakan banyak terima kasih untuk @angginovianti @damarsantosa @DyahIntan23 @mutonk @uthar_mukthadir, yang berbesar hati untuk tetap berkomitmen pada tiket presale-nya dan tidak pindah ke lain hati. Sungguh saya mengapresiasinya. 🙂

Di hari H telinga kami digelinjangi, saya, @mutonk, dan @damarsantosa berangkat selepas maghrib ke pusat keramaian di Senayan, yang rupanya antrian panjang memasuki Java Soulnation Festival. Namun setelah drama tersesat, sampai juga kami di tempat yang tepat. Kerumunan masih sedikit, calo calo tiket mulai genit.

Sekitar dua jam kami menunggu dan bergumul dengan oknum serombongan yang lain, pintu dibuka dan kerumunan mulai memadati area panggung. Konser baru mulai satu jam kemudian. Kesempatan besar untuk menyiapkan hati sembari baca ayat kursi untuk menguatkan diri. Takutnya pingsan, ketemu pujaan. 😀

Dari 24 lagu yang akan dipertunjukkan, rombongan memulai dengan hentakan manis “You Are Young, sementara manusia manusia disekitar saya sudah berjejalan, menjerit, melenguh, dan peluh bercucuran basah disiram hentakan demi hentakan irama yang bergulir merdu dan syahdu. Meskipun lagu yang saya harapkan seperti “Love Is The End” dan “Watch How You Go” tidak dibawakan, saya cukup berbesar hati untuk tidak histeris minta dihamili.

Penampilan favorit saya dari KEANE malam itu adalah ketika menyerukan irama “Bedshaped” dan “We Might As Well Be Strangers”. Bah. Nangis saya. Serasa desahan dan semua nada yang diaminkan itu memang diciptakan untuk saya. (tubuh merekapun). —-dikeplak seluruh penonton.

Penampilan lagu lagu lain tentunya tetap luar biasa. Tapi diluar ekspektasi saya lagu yang tiba tiba jadi sangat oke sekali adalah “Stop For A Minute”, Your Eyes Open, dan “Sea Fog”.

“Stop For A Minute”yang harusnya dibawakan dengan rekan K’naan, dibawakan KEANE secara solo dengan semangat. Saya ingat benar si Tom meneriakkan bagian ouwoooo” dengan nada merdu mempesona dan penonton menyambut dengan teriakan “ouwooo” secara fals berjamaah. Muwahahah.

“Your Eyes Open” dibawakan akustik dengan Tom memainkan gitar. Dan esumpeeee… esumpeeeee… eslurpeee sevel benhil… lagu ini MANIS SEKALI. Aku milikmu, mas…!!! Kupasrahkan rahim ini untuk kau goyang dan kau dendang…!!!

Dan Sea Fog yang saya pada awalnya suka dengan biasa aja. Dibawakan mendayu dayu syahdu dimana penonton larut haru, tenang, dan (mungkin) masing masing sedang mengenang mantan di masa lalu menjadikan lagu ini benar benar oke sekali.

Hal yang lumayan mengganggu dari konser ini adalah manusia manusia bagian depan yang —–sumpah ya…, halooo…? sepanjang konser berjalan, kuat amat ngangkat ngangkat I-Pad segede gaban itu. Gak pegel apa, pak? NUTUPIN.

Saya sih puas. Meskipun mini (panggungnya) namun permainan (band) mereka sungguh sungguh membuat kebahagiaan tersendiri. Penuh peluh lega. Penuh tangis bahagia. Dan sampai ketemu kembali di jakarta, wahai abang abang tercinta.

Vokal mas Tom Chaplin (yang kurusan banget sekarang dan saya tetap dan makin mencintainya) sepanjang acara sungguh prima, dan stamina mas Tim Rice-Oxley (yang tampan rupawan), Richard Hughes (yang gantengnya kagak nahan), dan Jesse Quin (yang nampaknya butuh belaian) sungguh sungguh hebatnya dasyat gak cuma sesaat.

Kami menyayangimu dan terima kasih untuk KEANEangan menggemaskan dan tak terlupakan malam itu.

Banyak cinta dari Indonesia.

Okit Jr.
 
Iklan

4 thoughts on “KEANEangan menggemaskan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s