film di 2012: keberanian yang menggembilakan

brave

PERLU ANDA TAHU: Dengan latar belakang kehidupan Skotlandia, Brave mengangkat tema besar isu hubungan komunikasi ibu (Ratu Ellenoir) dan anak perempuannya (Putri Merida) dengan selingan masalah *uhuk* perjodohan (yuhuu, hai… mamak, tolong pilem ini dilihat dan betapa gak bolehnya menjodoh jodohkan anak). Dan, saya nonton pilem ini di layar lebar sampai 5 kali. #omgfacts

nabila 2

Jika anda betah melototin pilem ini hingga akhir, setelah credit tittle, ada satu hidden scene yang saya tungguin sama @sigitadhi, @9un9_, dan @supernova_ di suatu kali saya nonton pilem ini di bioskop. —-disambut dehem petugas kebersihan XXI.

ADEGAN BERHARGA: Adegan paling membuat saya berurai air mata adalah ingatan masa lalu Merida dan Ibunya ketika Merida kecil terkejut mendengar suara petir lalu lari ke pangkuan ibunya dan menyanyikan penggalan lagu “Noble Maiden Fair (A Mhaighdean Bhan Uasal)” bersama. Cuma beberapa detik tapi luar biasa ngena. Semacam teringat si mamak nyanyi Pasan Mandeh.

Elinorandmeridahug

Adegan kolosal peperangan diakhir juga cukup mengharu biru. Iya, saya secengeng itu kalo nonton adegan yang udah disangkut pautkan dengan konflik keluarga.

 –

SANGAT DIREKOMENDASIKAN DITONTON: Ketika anda lebaran gak pulang ke kampung halaman dan terpaksa merayakan Raya bersama manusia asing di monas, istiqlal, gambir, serta keliling jakarta sembari mewek (bukan ngewek). Pulang nonton beginian dan nenangisan sendiri dalam kamar kosan.

SEJENAK MENGINGATKAN PADA: sepanjang pilem, Merida kecil mengingatkan saya dengan perilaku Nabila Rahmania Widagdo aka Gembil, putri kecil pasangan @litawidagdo dan @heromorphosis dengan rambut kriwil dan keberanian yang saya kagumi dari bocah ini. si Gembil ini pokoknya selalu semangat, culik-able, dan ceriwisnya itu rasanya ndak ado habisnya.

nabila 0

Pernah suatu saat si Gembil ini jatuh dan tulangnya bergeser, dan anda harus lihat betapa mengharukannya perjuangan si mamak @litawidagdo berjibaku cari rumah sakit malam malam dengan aksi heroiknya sebagai ibu yang gak mau nangis di depan banyak orang (apalagi depan anak gadisnya). Walau akhirnya basah juga si matanya. —-aman kok mak rahasiamu ditangan saya dan @sigitadhi  😀 *kemudian masuk koran*

nabila 1

Ah…, saya rindu drama keluarga yang satu ini. (sebenernya sih lebih rindu karya masakan si @litawidagdo dengan microwave pusaka legendarisnya itu)

IBRAHNYA: Yah, meskipun si Gembil ini cuma inget saya sebagai driver yang ngajakin keliling Bintaro sektor sembilan dan selalu protes kenapa Om Ocit bau…, tapi Om Ocit tetep kangen sekali sama Gembil. :* nabila 3

BEHA:  2 dari 2 biji dada yang menghasilkan 20 liter botol asi sekali peras.

Okit Jr.
Iklan

buku di 2012: bayi bayi keji

A-Babies vs. X-Babies Vol 1 #1

PERLU ANDA TAHU: semakin kemari dan berumur saya malah kehilangan minat baca terhadap buku. Bahkan buku terakhir paling menarik yang saya baca habis adalah A Thousand Splendid Suns dari Khaled Hosseini. Itupun di tahun 2007. Setelahnya saya lebih banyak baca literatur (tsah) dan KOMIK. yaaaaaaaayy.

Marvel adalah langganan wajib komik yang saya baca (selain One Piece karya Eiichiro Oda) karena ceritanya kuat, banyak alternatif ending dan imajinasinya cukup lebay.

A-Babies vs. X-Babies 02

Dan untuk 2012 karya Skottie Young berjudul A-Babies vs. X-Babies Vol 1 #1 ini adalah yang paling berkesan karena dari segi gambar aja udah sangat sangat menghibur. Belum lagi disuguhi cerita dengan garis besar pertempuran anggota Avengers dengan tim X-Men berebut boneka. Doh.

A-Babies vs. X-Babies 03

SCENE BERHARGA: dalam komik 20 lembar halaman ini banyak sekali bertaburan adegan adegan sadis yang dramatis dan kesemuanya disajikan polos. Beberapa scene favorit saya adalah:

677225495

ekspresi Wolverine ketika terlempar oleh Hulk setelah esmosi dikatai “funny mutant”

677226767

kegagalan berkhalwat Storm dan Black Panther ditengah kemeriahan peperangan

677228780

dan ekspresi Cyclops ketika diintimidasi Phoenix untuk nyerahin bonekanya

SEJENAK MENGINGATKAN PADA: video games Pocket Fighter dengan tokoh favorit saya si Hsien-Ko. Ah… jaman jaman kedigdayaan PS1 memang ndak ado duanyo.

pocket_fighter_01

“Super Gem Fighter Mini Mix”, dirilis di Jepang dengan nama “Pocket Fighter”

SANGAT DIREKOMENDASIKAN DIBACA: setelah anda selesai mengajar satu kelas berisi murid murid berumur yang lebih tua tapi pecicilannya sungguh biadab dari makhluk bumi normal kebanyakan. Sungguh hiburan dikala anda sedang depresi.

IBRAHNYA: betapa memiliki bayi adalah kemengerian tersendiri.

BEHA: sekarung beha untuk dua biji dada beraneka warna.

 

Okit Jr.
 

album di 2012: keaneangan yang mengiang ngiang

keane strangeland

PERLU ANDA TAHU: saya penggemar besar Keane yang merasa berdosa besar jika tidak membahas Strangeland yang juga dirilis di 2012 secara penuh kasih sayang dan pemaparan yang akan sangat subjektif. Saya puas di album ini mereka menawarkan alunan alunan yang mengakar kembali pada album pertama mereka Hopes & Fear.

Kesenangan saya kemudian disempurnakan ketika Disconnected dijadikan single (kedua) di album ini, salah satu lagu yang menurut saya paling yay. Yaaaay.

TRACK BERHARGA: saya selalu jatuh hati dengan lagu yang mendayu dayu, “Sea Fog” dan “Watch How You Go” adalah salah duanya. Liriknya tangguh dan melodinya indah.

SEJENAK MENGINGATKAN PADA: mau gimana lagi ya…, entah kenapa kalo inget Keane, tetangganya si Coldplay selalu jadi satu paket buat saya denger. Tapi saya kebayang juga dengan model lagu lagu semacam “Everything Is Beautiful” atau “Looking For An Angel” (Aphrodite-2010) dari Kylie Minogue dibawakan mewah melalui vokal Tom Chaplin. 🙂

SANGAT DIREKOMENDASIKAN DIDENGAR: sebagai kawan menyeterika baju orang orang sekampung. Anda bisa sangat disemangati dan menikmati proses menyeterika layaknya sedang jilat jilat mesum eskrim Magnum.

keane strangeland 2

IBRAHNYA: hadirnya Jesse Quin sebagai personel ke-empat Keane yang telah resmi diakui setelah statusnya digantung sejak tahun 2007 adalah berita yang menggembirakan. Saya semakin cinta dan rela untuk digangbang oleh mereka. SEMUA. —tarakdungcesss…

BEHA: 4 biji dada untuk masing masing ke-empat personel Keane. Pas.

Okit Jr.
 

album di 2012: menghabiskan minggu bersama Si Mnggu

the weeknd

PERLU ANDA TAHU: album ini berisikan 30 lagu yang dibagi menjadi tiga babak: House of Balloons; Thursday; dan Echoes of Silence. Sebenarnya ketiganya sudah dirilis sepanjang tahun 2011 melalui website The Weeknd sendiri berisikan total 27 lagu dan dapat diunduh secara gratis. ——-iya, gratis, yang bikin muka bajakan kayak saya senyum meringis.

Setahun kemudian, artis asal Canada bernama asli Abel Tesfaye ini merilis Trilogy secara resmi dengan menambahkan 3 lagu baru dengan single Wicked Games.

TRACK BERHARGA: hampir keseluruhan lagu demi lagu tidak layak untuk mendapatkan perlakuan skip track, terutama di babak: Echoes Of Silence yang bersambungan tak putus dari satu lagu ke lagu yang lain (Madonna pernah mengeksekusi mode ini pada Confessions On A Dance Floor di 2005).

Saya jatuh cinta pada track Ouside yang tak pernah gagal membawa perasaan saya nggreges ngilu tiap ngedengernya.

SEJENAK MENGINGATKAN PADA: versi nge-bass suara Chrisette Michele (Epiphany-2009), atau Lana Del Ray (Born To Die-2012), dengan musik musik milik Frank Ocean (channel ORANGE – 2012) atau irama Jamie Woon (Mirrorwriting – 2011) yang lebih kelam.

the weeknd - mutual

 

SANGAT DIREKOMENDASIKAN DIDENGAR: ketika anda sendirian di ring tinju setelah menelan kekalahan dengan muka biru biru, lalu pasangan anda minta cerai dan anda hanya ditinggalkan sepucuk surat berisi tiket untuk menyegerakan mengungsikan diri ke Gurun Gobi.

IBRAHNYA: 2012 menurut saya tahun yang buruk untuk telinga saya dibelai dan dimanja oleh nada. Banyak album album fail berkeliaran dari produksi musisi musisi besar. Jadi wajar kalo banyak yang memilih musik musik eksperimen sebagai irama alternatif untuk didengar.

Trilogy dari The Weeknd saya sebut sebagai album terbaik di tahun 2012 karena sungguh menawarkan apa yang telinga saya ingin dengar di semaraknya bumi sedang diekspansi musik ajeb ajeb yang kian lama kian menjemukan. Mengingat musik jenis begituan sudah jauh diperkenalkan di Indonesia sejak tahun 90 silam melalui remix dangdut dangdut yang ajojay karya karya Fazal Dath hingga yang lebih kekinian dan ke-kinky-an yang ditembangkan oleh Melinda, Lolita, dan kawan kawannya.

 

BEHA:  12 dari 10 biji dada.

Okit Jr.

KEANEangan menggemaskan

Mari kita bergunjing mengenai konser yang luar biasa spektakuler yang saya tonton tanggal 28 September 2012 kemarin. *drumroll*

Keane [Strangeland World Tour], live at Tennis Indoor Senayan, Jakarta.

——wuiih… ngetiknya aja masih merinding. (ambil wudhu untuk menenangkan diri)

Ulasan profesional mengenai acara ini bisa dibaca di lahan tetangga @creativedisc dan foto foto seru dari irockumentary.com, kalo di sini saya cuma akan menceritakan proses panjang kami menikmati desah demi desah bisikan Tom Chaplin. *lanjut merinding*

Berawal dari bocoran informasi @nevy_ville yang bilang kalo grup kesayangan dan tujuan saya hidup ini akan nampil di Indonesia, saya mulai sedikit demi sedikit tergerak menyisihkan biaya operasi kelamin saya untuk membeli tiket konsernya. Receh demi receh dikumpulkan disetiap perempatan demi merengkuh cita cita menonton pagelaran pujaan hati tersayang.

Beruntung saat perebutan tiket presale @trilogylive yang cuma terjadi dalam kedipan bibir, sembilan tiket dapat dijamah dengan hasil alhamdulillah. Meski cuma bisa lebih irit seratus ribu dari harga tiket normalnya, perjuangan itu diakhiri dengan ucapan hamdalah. ALHAMDULILLAH DAPEEETT.

——jauh di suatu hari di bumi kemudian, tiket tersebut dijual promo dengan harga buy 1 get 1, dan beberapa kuis gratisan. *tidak ada backsound. HENING*

Saya ucapakan banyak terima kasih untuk @angginovianti @damarsantosa @DyahIntan23 @mutonk @uthar_mukthadir, yang berbesar hati untuk tetap berkomitmen pada tiket presale-nya dan tidak pindah ke lain hati. Sungguh saya mengapresiasinya. 🙂

Di hari H telinga kami digelinjangi, saya, @mutonk, dan @damarsantosa berangkat selepas maghrib ke pusat keramaian di Senayan, yang rupanya antrian panjang memasuki Java Soulnation Festival. Namun setelah drama tersesat, sampai juga kami di tempat yang tepat. Kerumunan masih sedikit, calo calo tiket mulai genit.

Sekitar dua jam kami menunggu dan bergumul dengan oknum serombongan yang lain, pintu dibuka dan kerumunan mulai memadati area panggung. Konser baru mulai satu jam kemudian. Kesempatan besar untuk menyiapkan hati sembari baca ayat kursi untuk menguatkan diri. Takutnya pingsan, ketemu pujaan. 😀

Dari 24 lagu yang akan dipertunjukkan, rombongan memulai dengan hentakan manis “You Are Young, sementara manusia manusia disekitar saya sudah berjejalan, menjerit, melenguh, dan peluh bercucuran basah disiram hentakan demi hentakan irama yang bergulir merdu dan syahdu. Meskipun lagu yang saya harapkan seperti “Love Is The End” dan “Watch How You Go” tidak dibawakan, saya cukup berbesar hati untuk tidak histeris minta dihamili.

Penampilan favorit saya dari KEANE malam itu adalah ketika menyerukan irama “Bedshaped” dan “We Might As Well Be Strangers”. Bah. Nangis saya. Serasa desahan dan semua nada yang diaminkan itu memang diciptakan untuk saya. (tubuh merekapun). —-dikeplak seluruh penonton.

Penampilan lagu lagu lain tentunya tetap luar biasa. Tapi diluar ekspektasi saya lagu yang tiba tiba jadi sangat oke sekali adalah “Stop For A Minute”, Your Eyes Open, dan “Sea Fog”.

“Stop For A Minute”yang harusnya dibawakan dengan rekan K’naan, dibawakan KEANE secara solo dengan semangat. Saya ingat benar si Tom meneriakkan bagian ouwoooo” dengan nada merdu mempesona dan penonton menyambut dengan teriakan “ouwooo” secara fals berjamaah. Muwahahah.

“Your Eyes Open” dibawakan akustik dengan Tom memainkan gitar. Dan esumpeeee… esumpeeeee… eslurpeee sevel benhil… lagu ini MANIS SEKALI. Aku milikmu, mas…!!! Kupasrahkan rahim ini untuk kau goyang dan kau dendang…!!!

Dan Sea Fog yang saya pada awalnya suka dengan biasa aja. Dibawakan mendayu dayu syahdu dimana penonton larut haru, tenang, dan (mungkin) masing masing sedang mengenang mantan di masa lalu menjadikan lagu ini benar benar oke sekali.

Hal yang lumayan mengganggu dari konser ini adalah manusia manusia bagian depan yang —–sumpah ya…, halooo…? sepanjang konser berjalan, kuat amat ngangkat ngangkat I-Pad segede gaban itu. Gak pegel apa, pak? NUTUPIN.

Saya sih puas. Meskipun mini (panggungnya) namun permainan (band) mereka sungguh sungguh membuat kebahagiaan tersendiri. Penuh peluh lega. Penuh tangis bahagia. Dan sampai ketemu kembali di jakarta, wahai abang abang tercinta.

Vokal mas Tom Chaplin (yang kurusan banget sekarang dan saya tetap dan makin mencintainya) sepanjang acara sungguh prima, dan stamina mas Tim Rice-Oxley (yang tampan rupawan), Richard Hughes (yang gantengnya kagak nahan), dan Jesse Quin (yang nampaknya butuh belaian) sungguh sungguh hebatnya dasyat gak cuma sesaat.

Kami menyayangimu dan terima kasih untuk KEANEangan menggemaskan dan tak terlupakan malam itu.

Banyak cinta dari Indonesia.

Okit Jr.
 

dari resital vokal: Clarentia

Saya akan cerita mengenai sajian manis dari resital vokal: Clarentia yang saya tonton bareng makhluk makhluk @angelfarrel @azhabibie @BKsatrio @inilisaloch @Ms_Sari @oyRio @rachmannoor dan @stelpou tanggal 11 Oktober lalu, —–oh dan tentunya juga @9un9_ dan @sigitadhi yang turut meramaikan kursi penonton pula.

Di bawah manajemen @ramawidi dan didukung sejumlah musisi muda berbakat lainnya,  @pianistaholic @pharelsilaban dan Stephanie, malam itu gadis berambut ikal dengan ribuan perjuangan mencapai mimpi untuk menimba ilmu klasik di benua eropa, @clarentia, menyuguhkan sebuah konser manis dengan membawakan 12 lagu yang menghipnotis para penikmat tubuh sintal suara soprannya di Erasmus Huis.

Percayalah pemirsa, gadis ini adalah gadis berbakat melimpah yang dikirim tuhan untuk memperjuangkan bumi dari godaan bangkitnya suster gepeng. Suaranya merdu, beda banget sama mamak saya kalo lagi nyanyi Pasan Mandeh, —–ya menurut ngana.

dukungan semangat dari bangku penonton

dukungan semangat dari bangku penonton

Yang paling berkesan buat saya sih, pas si @clarentia bawain karya W.A. Mozart judulnya “Batti, Batti O Bel Masetto (dari Don Giovanni)”.

Kalo diterjemahin ala ala lampumerah sih kira kira judulnya, “Duh Mas Setto, Tampar Aku Mas…!! Tampar…!!”, kisah tentang pelacur yang ketahuan selingkuh tapi gak mau ngaku malah ngeles bilangnya…. ”Yauliiii, eyke kan gak selingkuh…., kamu itu salah sangka mas..!! Aku ini hanya gadis lemah yang kau tuduh melakukan perbuatan nista kayak gitu…, kamu lebih baik tampar aku deh mas…, tampar…. tapi kita terus baikan yaaaaa…. #kendorinbeha, dan #lanjutgelendotan”

@clarentia membawakan karya ini dengan aksi teatrikal (minus gerakan salto dan goyangan usus dua belas jari) yang menggemaskan minta ditampar. superb. cihuy sekali.

Karya Johan Strauss yang judulnya “Mein Herr Marquis (dari Die Fledermaus)” itu juga menarik, tentang seorang pembantu yang pengen ikutan sebuah pesta dan nekat datang, dan di pesta ternyata malah ketemu si majikannya…. (apes bener dah..) dan si pembantu mati matian ngeles kalo desye bukan babu si majikan. —-gak ke salon di Thailand dulu sih ya buk.. *pukpuk si pembantu*

Saya sih dalam jeritan hati yang paling dalam sebenernya lebih nyambung dengan irama lagu macam Secangkir Kopi Beracun dari Ine Cyinthia. Tapi musik itu kan universal ya…, beberapa kali saya hampir menitikkan air ma** tiap denger nada nada menyayat dinyanyikan ama simbak yang satu ini. Belom lagi saya duduk disamping @angelfarrel dan @Ms_Sari yang bolak balik sentrap sentrup ngelap air ma** mewek mewek dramatis. Apalagi pas @clarentia ngebawain lagu Someone Like You dari Jekyll & Hyde. Duh, banjir dah banjir.

Dan acarapun berakhir menjelang pukul sembilan (bukan pagi).

Tapi mah ya kemeriahan masih tetep berlanjut di belakang panggung. wuiiih…., betapa banyak orang orang yang bangga dan menyayangimu lho, neng.  Tante kitty juga sungguh sungguh bangga sekali padamu, nona. Selamat berjuang ya nanti menuntut ilmu di negeri orang.

Tak seberapa lama setelah diusir satpam, begajulan tersebut dilanjutkan kemudian di acara makan makan… —-khusyuk ngaduk bubur ala ala @stelphou.

Ah…, pokoknya hati hati dirantau ya, metatoooo… Dan makasih banyak juga buat kepercayaannya yang dikasih untuk bantuin bikin desain buku acara, sayang. Aku sungguh menyayangimu.

*ditutup dengan goyangan goyangan erotis penyemangat*

ps.

Semua photo di ambil oleh @BKsatrio yang ketimpringan sepanjang acara buat cari momen momen berharga buat diabadikan. Dah kurus belom, mbuy?

Okit Jr.